Tampilkan postingan dengan label Kimia Populer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia Populer. Tampilkan semua postingan

CFC (Cloro Fluoro Carbon)

CFC (Cloro Fluoro Carbon).merupakan senyawa kimia dengan rumus CC12F4.Sangat tidak stabil dan mudah bereaksi.Biasanya banyak di gunakan sebagai bahan pendingin pada mesin penyejuk,seperti kulkas dan AC,dan sebagai bahan pembersih pada industry elektronik.

Sangat mudah menguap dan bila di lepas ke udara  akan bereaksi dengan Ozon sehingga dapat menyebabkan penipisan lapisan Ozon (O3).Dan penyumbang  +/-  15% terjadinya efek rumah kaca ,di samping gas CO2 , metana (CH4),dan gas – gas Nidrogen(NOX).

Bahaya penggunaan CFC terhadap lingkungan Baru di ketahui pada tahun 1974 oleh seorang ilmuan dari universitas California dan Universitas michigan Di Amerika Serikat,dengan Hipotesis mengenai teori penipisan lapisan Ozon.

Kegunaan Gas CFC
Pada zaman sekarang, banyak sekali kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, barang yang dibutuhkan oleh masyarakat sekarang banyak sekali yang menggunakan CFC. 

Sebagian dari mereka menggunakan CFC dengan cara yang tidak terkira banyaknya. Selama bertahun-tahun, senyawa-senyawa kimia tersebut secara luas dipakai untuk pendingin ruangan (AC), media pendingin pada lemari es (kulkas), bahan pelarut, bahan dorong, dan proses pembuatan plastik.
         
Selain itu CFC juga banyak digunakan sebagai blowing agent dalam proses pembuatan foam (busa), sebagai cairan pembersih (solvent), bahan aktif untuk pemadam kebakaran, bahan aktif untuk fumigasi di pergudangan, pra-pengapalan, dan produk-produk pertanian dan kehutanan.

Proses Terjadinya Perusakan Lapisan Ozon Oleh CFC
Ozon adalah molekul dalam bentuk gas yang terjadi secara alami yang ditemukan pada atmosfer bumi. Molekul ini dapat menyerap panjang gelombang tertentu dari radiasi ultraviolet matahari sebelum mencapai permukaan bumi.

Pada lapisan Stratosfer radiasi matahari memecah molekul gas yang mengandung khlorin atau bromin dan menghasilkan radikal Khlor dan Brom.

Radikal-radikal khlorin dan bromin kemudian melalui reaksi berantai memecahkan ikatan gas-gas lain di atmosfer, termasuk ozon.

Lapisan Ozon di stratosfer menyerap radiasi ultra-violet yang berbahaya dari matahari. Dengan bertambahnya bahan kimia buatan manusia yang mengandung senyawa khlorin dan bromin, akan ikut merusak molekul ozon pada lapisan ini.

CFC alias Chlorofluorocarbon adalah senyawa organik yang mengandung karbon , klorin , dan fluor , diproduksi sebagai turunan dari metana dan etana. CFC juga biasa dikenal dengan nama dagang Freon . 

Yang paling umum ditemukan adalah dichlorodifluoromethane (R-12 atau Freon-12). CFC banyak telah banyak digunakan sebagai pendingin , propelan (dalam semprotan aerosol), dan pelarut. Dan yang paling utama CFC adalah senyawa utama yang berkontribusi merusak ozon sampai saat ini.

Sifat kimiawi CFC umumnya toksisitas rendah (tidak beracun), reaktivitas rendah (sulit bereaksi), dan tidak mudah terbakar. 

Singkatnya CFC itu sangat stabil bahkan aman untuk dihirup, karena itu CFC banyak digunakan karena kestabilan yang dianggap “aman” tersebut. Tetapi ini menimbulkan masalah lain. Saking stabilnya CFC itu sehingga CFC sulit terurai.

Dibanding gas-gas lain yang dapat merusak ozon CFC itu sangat stabil, jika senyawa-senyawa lain yang naik ke atmosfer terurai karena bereaksi di lapisan troposfer.

CFC karena kestabilan senyawanya bisa naik ke lapisan ozon dan bereaksi dengan ozon. Inilah sebab utama CFC menjadi senyawa yang dianggap berbahaya.

Sejak adanya Protokol Montreal pada tahun 1987 produksi CFC ditekan drastis. Pada tanggal 2 Maret 1989, 12 negara Masyarakat Eropa setuju untuk melarang produksi semua CFC pada akhir abad ini.

Pada tahun 1990 diserukan penghapusan CFC di eropa pada tahun 2000. Dan tahun 2010 CFC harus benar-benar dihilangkan termasuk di negara-negara berkembang.

sumber   :http://bdv09.wordpress.com,ebook Kamus populer kesehatan lingkungan.


Hidrogen Peroksida(H2O2) Senyawa Yang Bersahabat

Hidrogen peroksida dengan rumus kimia H2O2 ditemukan oleh Louis Jacques Thenard di tahun 1818. Senyawa ini merupakan bahan kimia anorganik yang memiliki sifat oksidator kuat. Bahan baku pembuatan hidrogen peroksida adalah gas hidrogen (H2) dan gas oksigen (O2). Teknologi yang banyak digunakan di dalam industri hidrogen peroksida adalah auto oksidasi Anthraquinone.
H2O2 tidak berwarna, berbau khas agak keasaman, dan larut dengan baik dalam air. Dalam kondisi normal (kondisi ambient), hidrogen peroksida sangat stabil dengan laju dekomposisi kira-kira kurang dari 1% per tahun

Mayoritas pengunaan hidrogen peroksida adalah dengan memanfaatkan dan merekayasa reaksi dekomposisinya, yang intinya menghasilkan oksigen. Pada tahap produksi hidrogen peroksida, bahan stabilizer kimia biasanya ditambahkan dengan maksud untuk menghambat laju dekomposisinya. Termasuk dekomposisi yang terjadi selama produk hidrogen peroksida dalam penyimpanan.

Berikut Manfaat Hidrogen Peroksida Yang Menakjubkan :


Memutihkan Pakaian
Tambahkan secangkir Peroksida untuk pakaian putih dalam cucian Anda untuk memutihkannya. Peroksida berperan besar untuk menyingkirkan noda darah pada pakaian dan karpet. Jika ada darah di pakaian, hanya tuangkan langsung di tempat noda, biarkan selama sekitar satu menit, kemudian gosok dan bilas dengan air dingin. Ulangi bila perlu.


Kesehatan
Tubuh Anda menghasilkan Hidrogen peroksida untuk melawan infeksi yang harus ada untuk sistem kekebalan tubuh kita supaya berfungsi dengan benar. Sel darah putih yang dikenal sebagai Leukosit. Sebuah sub-kelas Leukosit disebut Neutrofil menghasilkan hidrogen peroksida sebagai garis pertama pertahanan terhadap racun, parasit, bakteri, virus dan jamur.

Detoksifikasi Disaat Mandi
Gunakan sekitar 2 liter Hidrogen peroksida berkadar 3% dalam bak air hangat. Rendam minimal 1/2 jam, menambahkan air panas yang diperlukan untuk menjaga suhu air nyaman.

Jamur Kaki
Untuk menyembuhkan jamur kaki, cukup semprotkan 50/50 campuran Hidrogen peroksida dan air pada kaki (terutama jari kaki) setiap malam dan biarkan kering.

Kolon atau Enema
Untuk kolon, tambahkan 1 cangkir (8 ozs.) 3% H202 kedalam 5 liter air hangat. (Jangan melebihi jumlah ini) Untuk enema, tambahkan 1 sendok makan 3% H202 untuk satu liter air suling hangat.

Infeksi
Rendam infeksi atau luka dengan H2O2 3% selama lima sampai sepuluh menit beberapa kali sehari. Bahkan gangren yang tidak sembuh dengan obat apapun bisa disembuhkan dengan merendamnya dalam Hidrogen peroksida. Masukan setengah botol hidrogen peroksida di bak kamar mandi Anda untuk membantu menyingkirkan bisul, jamur atau infeksi kulit lainnya.

Infeksi Tungau
Pasien yang terinfeksi oleh tungau kecil melaporkan bahwa hidrogen peroksida efektif membunuh tungau pada kulit mereka. Mereka semprotkan pada kulit mereka beberapa kali (dengan beberapa menit di antara aplikasi) dengan hasil yang luar biasa.

Infeksi Sinus
Sesendok makan 3% Hidrogen peroksida ditambahkan ke 1 cangkir air non-diklorinasi dapat digunakan sebagai obat semprot hidung. Tergantung pada derajat keparahan sinus, harus di sesuaikan jumlah peroksida yang digunakan.

Perawatan Luka
3% H2O2 digunakan medis untuk membersihkan luka, menghilangkan jaringan yang mati. Peroksida juga berfungsi memperlambat luka pendarahan / mengalir.
Beberapa sumber merekomendasikan perendaman infeksi atau luka selama lima sampai sepuluh menit beberapa kali sehari. Namun, mencuci dan membilas luka sebenarnya sudah cukup. Jangan meninggalkan larutan H2O2 pada jaringan terbuka untuk waktu yang lama, Hidrogen peroksida menyebabkan kerusakan ringan pada jaringan di luka terbuka. Oleh karena itu penting untuk menggunakannya dengan hati-hati.

Kumur / Perawatan Gigi
Penyembuhan : Ambil sebanyak 1 cup (cup kecil yang disertakan dengan botol) dan tahan di mulut Anda selama 10 menit setiap hari, kemudian meludahkannya. Anda tidak akan memiliki sariawan dan gigi Anda akan lebih putih. Jika Anda memiliki sakit gigi dan tidak bisa ke dokter gigi segera, tempatkan sebanyak 1 cup 3% Hidrogen peroksida ke dalam mulut Anda dan tahan selama 10 menit beberapa kali sehari. Rasa sakit akan berkurang.
Banyak orang tidak menyadari bahwa hidrogen peroksida adalah obat kumur yang sangat efektif dan murah. Gunakan 3% H202 - menambahkan sejumput klorofil cair untuk penyedap jika diinginkan.

Pasta gigi
Gunakan baking soda dan cukup tambahkan 3% H202 untuk membuat pasta gigi.

Sikat gigi
Hanya celupkan sikat gigi Anda dalam 3% H202 dan sikat. Rendam sikat gigi Anda di Hidrogen peroksida untuk menjaga mereka bebas dari kuman.
CATATAN: Jangan menelan peroksida apapun, pastikan untuk berkumur dengan air.

Bleaching untuk Rambut
Peroksida adalah zat pemutih dan digunakan untuk meringankan warna rambut. Encerkan 3% Hidrogen peroksida dengan air (50/50) dan semprotkan pada rambut basah Anda setelah mandi dan sisir. Rambut Anda terlihat lebih alami jika rambut Anda adalah cokelat muda. Hal ini juga mencerahkan warna rambut secara bertahap sehingga tidak berubah drastis.

Lensa Kontak
Hidrogen peroksida digunakan sebagai disinfektan untuk lensa kontak tanpa perlu dibilas, karena kemampuannya untuk memecah protein yang ada pada lensa, sehingga meningkatkan kenyamanan bagi mereka yang memiliki mata sensitif.

Sanitasi / Disinfektan / Pembersih
Bersihkan counter dan meja dengan hidrogen peroksida untuk membunuh kuman dan meninggalkan bau segar. Gunakan hidrogen peroksida untuk membersihkan kaca dan cermin tanpa perlu dipoles.
Dalam pencuci piring
Tambahkan 2 oz. dari 3% Hidrogen peroksida dengan rumus cuci biasa.

Mencuci Sayuran
Gunakan sebagai pencuci sayuran atau merendamnya untuk membunuh bakteri dan menetralisir bahan kimia. Tambahkan 1/4 cangkir 3% H202 ke wastafel penuh air dingin. Rendam sayuran berkulit tipis (selada air, bayam dan sejenisnya) 20 menit, sayuran berkulit tebal (seperti mentimun) 30 menit. Tiriskan dan keringkan. Memperpanjang usia kesegaran sayuran.
Jika waktu adalah masalah, semprot sayuran (dan buah-buahan) dengan larutan 3%. Diamkan selama beberapa menit, bilas dan keringkan.

Peringatan.!!
Jangan minum sejumlah besar hidrogen peroksida meskipun terdapat label ‘food grade’ pada kemasannya.jika hendak menangani hidrogen peroksida dengan label food grade pastikan mengenakan sarung tangan karena dapat mengiritasi kulit.

Mengenal Hidrogen Peroxide

Hidrogen peroksida dengan rumus kimia H2O2 ditemukan oleh Louis Jacques Thenard di tahun 1818. Senyawa ini merupakan bahan kimia anorganik yang memiliki sifat oksidator kuat. Bahan baku pembuatan hidrogen peroksida adalah gas hidrogen (H2) dan gas oksigen (O2). Teknologi yang banyak digunakan di dalam industri hidrogen peroksida adalah auto oksidasi Anthraquinone.
H2O2 tidak berwarna, berbau khas agak keasaman, dan larut dengan baik dalam air. Dalam kondisi normal (kondisi ambient), hidrogen peroksida sangat stabil dengan laju dekomposisi kira-kira kurang dari 1% per tahun

Mayoritas pengunaan hidrogen peroksida adalah dengan memanfaatkan dan merekayasa reaksi dekomposisinya, yang intinya menghasilkan oksigen. Pada tahap produksi hidrogen peroksida, bahan stabilizer kimia biasanya ditambahkan dengan maksud untuk menghambat laju dekomposisinya. Termasuk dekomposisi yang terjadi selama produk hidrogen peroksida dalam penyimpanan. Selain menghasilkan oksigen, reaksi dekomposisi hidrogen peroksida juga menghasilkan air (H2O) dan panas. Reaksi dekomposisi eksotermis yang terjadi adalah sebagai berikut:

H2O2 -> H2O + 1/2O2 + 23.45 kcal/mol

Faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi dekomposisi hidrogen peroksida adalah:
1. Bahan organik tertentu, seperti alkohol dan bensin

2. Katalis, seperti Pd, Fe, Cu, Ni, Cr, Pb, Mn

3. Temperatur, laju reaksi dekomposisi hidrogen peroksida naik sebesar 2.2 x setiap kenaikan 10oC
     (dalam range temperatur 20-100oC)

4. Permukaan container yang tidak rata (active surface)

5. Padatan yang tersuspensi, seperti partikel debu atau pengotor lainnya

6. Makin tinggi pH (makin basa) laju dekomposisi semakin tinggi

7. Radiasi, terutama radiasi dari sinar dengan panjang gelombang yang pendek

Hidrogen peroksida bisa digunakan sebagai zat pengelantang atau bleaching agent pada industri pulp, kertas, dan tekstil. Senyawa ini juga biasa dipakai pada proses pengolahan limbah cair, industri kimia, pembuatan deterjen, makanan dan minuman, medis, serta industri elektronika (pembuatan PCB).

Salah satu keunggulan hidrogen peroksida dibandingkan dengan oksidator yang lain adalah sifatnya yang ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Kekuatan oksidatornya pun dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh dalam industri pulp dan kertas, penggunaan hidrogen peroksida biasanya dikombinasikan dengan NaOH atau soda api. Semakin basa, maka laju dekomposisi hidrogen peroksida pun semakin tinggi. Kebutuhan industri akan hidrogen peroksida terus meningkat dari tahun ke tahun. Walaupun saat ini di Indonesia sudah terdapat beberapa pabrik penghasil hidrogen peroksida seperti PT Peroksida Indonesia Pratama, PT Degussa Peroxide Indonesia, dan PT Samator Inti Peroksida, tetapi kebutuhan di dalam negeri masih tetap harus diimpor.

Manfaat Hidrogen Peroksida  :

Memutihkan Pakaian
Tambahkan secangkir Peroksida untuk pakaian putih dalam cucian Anda untuk memutihkannya. Peroksida berperan besar untuk menyingkirkan noda darah pada pakaian dan karpet. Jika ada darah di pakaian, hanya tuangkan langsung di tempat noda, biarkan selama sekitar satu menit, kemudian gosok dan bilas dengan air dingin. Ulangi bila perlu.


Kesehatan
Tubuh Anda menghasilkan Hidrogen peroksida untuk melawan infeksi yang harus ada untuk sistem kekebalan tubuh kita supaya berfungsi dengan benar. Sel darah putih yang dikenal sebagai Leukosit. Sebuah sub-kelas Leukosit disebut Neutrofil menghasilkan hidrogen peroksida sebagai garis pertama pertahanan terhadap racun, parasit, bakteri, virus dan jamur. Bukan hanya air dan madu saja yang ternyata banyak memberikan manfaat madubagi kesehatan masih banyak yang menjadikan faktor tubuh sehat.

Detoksifikasi Disaat Mandi
Gunakan sekitar 2 liter Hidrogen peroksida berkadar 3% dalam bak air hangat. Rendam minimal 1/2 jam, menambahkan air panas yang diperlukan untuk menjaga suhu air nyaman.




Jamur Kaki
Untuk menyembuhkan jamur kaki, cukup semprotkan 50/50 campuran Hidrogen peroksida dan air pada kaki (terutama jari kaki) setiap malam dan biarkan kering.

Kolon atau Enema
Untuk kolon, tambahkan 1 cangkir (8 ozs.) 3% H202 kedalam 5 liter air hangat. (Jangan melebihi jumlah ini) Untuk enema, tambahkan 1 sendok makan 3% H202 untuk satu liter air suling hangat.

Infeksi
Rendam infeksi atau luka dengan H2O2 3% selama lima sampai sepuluh menit beberapa kali sehari. Bahkan gangren yang tidak sembuh dengan obat apapun bisa disembuhkan dengan merendamnya dalam Hidrogen peroksida. Masukan setengah botol hidrogen peroksida di bak kamar mandi Anda untuk membantu menyingkirkan bisul, jamur atau infeksi kulit lainnya.

Infeksi Tungau
Pasien yang terinfeksi oleh tungau kecil melaporkan bahwa hidrogen peroksida efektif membunuh tungau pada kulit mereka. Mereka semprotkan pada kulit mereka beberapa kali (dengan beberapa menit di antara aplikasi) dengan hasil yang luar biasa.

Infeksi Sinus
Sesendok makan 3% Hidrogen peroksida ditambahkan ke 1 cangkir air non-diklorinasi dapat digunakan sebagai obat semprot hidung. Tergantung pada derajat keparahan sinus, harus di sesuaikan jumlah peroksida yang digunakan.

Perawatan Luka
3% H2O2 digunakan medis untuk membersihkan luka, menghilangkan jaringan yang mati. Peroksida juga berfungsi memperlambat luka pendarahan / mengalir.
Beberapa sumber merekomendasikan perendaman infeksi atau luka selama lima sampai sepuluh menit beberapa kali sehari. Namun, mencuci dan membilas luka sebenarnya sudah cukup. Jangan meninggalkan larutan H2O2 pada jaringan terbuka untuk waktu yang lama, Hidrogen peroksida menyebabkan kerusakan ringan pada jaringan di luka terbuka. Oleh karena itu penting untuk menggunakannya dengan hati-hati.

Kumur / Perawatan Gigi
Penyembuhan : Ambil sebanyak 1 cup (cup kecil yang disertakan dengan botol) dan tahan di mulut Anda selama 10 menit setiap hari, kemudian meludahkannya. Anda tidak akan memiliki sariawan dan gigi Anda akan lebih putih. Jika Anda memiliki sakit gigi dan tidak bisa ke dokter gigi segera, tempatkan sebanyak 1 cup 3% Hidrogen peroksida ke dalam mulut Anda dan tahan selama 10 menit beberapa kali sehari. Rasa sakit akan berkurang.
Banyak orang tidak menyadari bahwa hidrogen peroksida adalah obat kumur yang sangat efektif dan murah. Gunakan 3% H202 - menambahkan sejumput klorofil cair untuk penyedap jika diinginkan.

Pasta gigi
Gunakan baking soda dan cukup tambahkan 3% H202 untuk membuat pasta gigi.

Sikat gigi
Hanya celupkan sikat gigi Anda dalam 3% H202 dan sikat. Rendam sikat gigi Anda di Hidrogen peroksida untuk menjaga mereka bebas dari kuman.
CATATAN: Jangan menelan peroksida apapun, pastikan untuk berkumur dengan air.

Bleaching untuk Rambut
Peroksida adalah zat pemutih dan digunakan untuk meringankan warna rambut. Encerkan 3% Hidrogen peroksida dengan air (50/50) dan semprotkan pada rambut basah Anda setelah mandi dan sisir. Rambut Anda terlihat lebih alami jika rambut Anda adalah cokelat muda. Hal ini juga mencerahkan warna rambut secara bertahap sehingga tidak berubah drastis.

Lensa Kontak
Hidrogen peroksida digunakan sebagai disinfektan untuk lensa kontak tanpa perlu dibilas, karena kemampuannya untuk memecah protein yang ada pada lensa, sehingga meningkatkan kenyamanan bagi mereka yang memiliki mata sensitif.

Sanitasi / Disinfektan / Pembersih
Bersihkan counter dan meja dengan hidrogen peroksida untuk membunuh kuman dan meninggalkan bau segar. Gunakan hidrogen peroksida untuk membersihkan kaca dan cermin tanpa perlu dipoles.
Dalam pencuci piring
Tambahkan 2 oz. dari 3% Hidrogen peroksida dengan rumus cuci biasa.

Mencuci Sayuran
Gunakan sebagai pencuci sayuran atau merendamnya untuk membunuh bakteri dan menetralisir bahan kimia. Tambahkan 1/4 cangkir 3% H202 ke wastafel penuh air dingin. Rendam sayuran berkulit tipis (selada air, bayam dan sejenisnya) 20 menit, sayuran berkulit tebal (seperti mentimun) 30 menit. Tiriskan dan keringkan. Memperpanjang usia kesegaran sayuran.
Jika waktu adalah masalah, semprot sayuran (dan buah-buahan) dengan larutan 3%. Diamkan selama beberapa menit, bilas dan keringkan.

Sumber  :google


Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer


Kelebihan karbon dioksida di atmosfer bumi yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil secara meluas merupakan pendorong utama terjadinya perubahan iklim global, dan di balik masalah besar ini, para peneliti di seluruh dunia tengah berupaya mencari cara-cara baru untuk menjadikannya sebagai sumber tenaga yang berguna.

Kini, para Peneliti dari University of Georgia telah berhasil menemukan cara untuk mengubah karbon dioksida yang terperangkap dalam atmosfer menjadi produk industri yang berguna. Temuan mereka segera dapat mengarah pada penciptaan biofuel yang dibuat langsung dari karbon dioksida di udara, yang selama ini bertanggung jawab atas meningkatnya suhu global.
“Pada dasarnya, apa yang kami lakukan adalah membuat mikroorganisme yang menyerap karbon dioksida seperti apa yang dilakukan tanaman, sehingga menghasilkan sesuatu yang berguna,” jelas Michael Adams, anggota Institut Riset Bioenergi, profesor bioteknologi Georgia Power serta profesor biokimia dan biologi molekuler Distinguished Research di Franklin College of Arts and Sciences.

Selama proses fotosintesis, tanaman menggunakan sinar matahari untuk mengubah udara dan karbon dioksida menjadi gula.  Seperti halnya manusia yang membakar kalori dari makanan, tanaman menggunakan gula ini sebagai sumber energinya
Gula ini dapat difermentasi menjadi bahan bakar seperti etanol. Namun, sangat sulit untuk secara efisien mengekstrak gula yang terkurung dalam dinding sel tanaman yang kompleks.
Michael Adams adalah anggota Institut Riset Bioenergi University of Georgia, profesor bioteknologi Georgia Power serta profesor biokimia dan biologi molekuler Distinguished Research di Franklin College of Arts and Sciences. (Kredit: University of Georgia)

“Apa yang menjadi inti dari temuan ini adalah, kita dapat menggantikan tanaman yang selama ini berlaku sebagai perantara,” ungkap Adams, “Kita bisa mengambil karbon dioksida secara langsung dari atmosfer dan mengubahnya menjadi produk-produk yang berguna seperti bahan bakar dan bahan kimia, tanpa harus melalui proses yang tidak efisien, yaitu pertumbuhan tanaman dan pengekstrakan dari biomassa.”

Proses ini dimungkinkan oleh mikroorganisme unik yang disebut Pyrococcus furiosus, yang justru bertumbuh subur dengan mencari makanan dalam karbohidrat di perairan laut super-panas dekat ventilasi panas bumi. Dengan memanipulasi materi genetik organisme ini, Adams beserta rekan-rekannya menciptakan jenis P. furiosus yang mampu mencari makan pada temperatur yang lebih rendah dalam karbon dioksida.

Tim peneliti kemudian menggunakan gas hidrogen untuk menciptakan reaksi kimia pada mikroorganisme, suatu reaksi yang menggabungkan karbon dioksida ke dalam 3-hydroxypropionic acid, jenis bahan kimia industri yang umumnya digunakan untuk membuat akrilik dan berbagai produk lainnya.
Dengan berbagai manipulasi genetik lain dari strain baru P. furiosus, para peneliti mampu membuat suatu versi yang menghasilkan sejumlah produk industri berguna lainnya, termasuk bahan bakar, dari karbon dioksida.

Saat dibakar, bahan bakar yang tercipta melalui proses P. furiosus ini melepaskan karbon dioksida dalam jumlah yang sama dengan karbon dioksida yang digunakan untuk menciptakannya, secara efektif menjadikannya karbon netral, dan menjadi bahan bakar alternatif yang jauh lebih bersih sebagai pengganti bensin, batubara dan minyak.

“Ini merupakan langkah penting pertama yang memberi janji besar sebagai metode produksi bahan bakar yang efisien dan hemat biaya,” kata Adams, “Di masa mendatang kami akan memperbaiki prosesnya dan mulai menguji pada skala yang lebih besar.”

Jurnal: Matthew W. Keller, Gerrit J. Schut, Gina L. Lipscomb, Angeli L. Menon, Ifeyinwa J. Iwuchukwu, Therese T. Leuko, Michael P. Thorgersen, William J. Nixon, Aaron S. Hawkins, Robert M. Kelly, Michael W. W. Adams. Exploiting microbial hyperthermophilicity to produce an industrial chemical, using hydrogen and carbon dioxideProceedings of the National Academy of Sciences, 2013 DOI:10.1073/pnas.1222607110